Situs 234Betting - Ikan berbentuk unik dikenal dengan nama sea lamprey (Petromyzon marunus). Wujudnya mirip belut, namun saat mulutnya yang bulat terbuka, terlihat ratusan gigi yang mencuat di dalamnya.
Sebab, hewan tak berahang tersebut memangsa ikan lain dengan cara menancapkan gigi-giginya ke tubuh korban, menghisap darah dah cairan yang ada. Cara itu memungkinkan lamprey mengonsumsi lebih banyak makanan dan nurtrisi dalam waktu cepat dari pada mengunyahnya atau menelan.
Agen Judi Terpercaya Lamprey yang hidup di laut juga dianggap bertanggung jawab memicu tewasnya Raja Inggris Henry I pada 1 Desember 1135. Sang raja bukan tewas akibat diracuni, melainkan gara-gara kebanyakan makan masakan lezan berbahan ikan tersebut.
Raja Henry nekat menyantap hidangan itu meski dokter melarangnya. Ikan lamprey seharusnya jadi pantangan buat penguasa Britania Raya itu.
Pada tahun itu, di tengah perjalanan untuk rekreasi berburu di Perancis, Henry melahap sepiring penuh lamprey. Tak lama kemudian ia jatuh sakit. Tubuhnya demam. Tujuh hari kemudian ia meninggal dunia.
Konon, kematiannya telah diramalkan sebelumnya pada 2 Agustus 1135. "Siang berubah menjadi gelap di seluruh negeri. Matahari bak rembulan di fase old moon. Bintang-bintang bertaburan di atasnya. Semua itu terjadi pada siang bolong," demikian di kutip dari Anglo-Saxon Chronicle.
"Orang-orang takjub dan takut, menganggapnya sebagai pertanda hal luar biasa yang akan menyusul setelahnya. Dan itulah yangterjadi, tahun itu raja wafat".
Agen Judi Terpercaya Tak hanya kematiannya yang tragis, jasad Henry I dilaporkan dalam kondisi menyedihkan.
Penulis kronik, Roger of Wendover melaporkan, jasad sang raja terbaring lama di atas tanah di Rouen. Isi perut, otak, dan kedua matanya dimakamkan. Sementara, jenazahnya disayat dan dibaluri dengan garam untuk mengusir aroma tak sedap yang menyreuak.
"Jasadnya kemudian dibungkus dengan kulit banteng," kata Roger.
Setelah itu tubuh raja tak lagi bernyawa di bawa ke Caen. "Diletakkan di dalam gereja, di depan makam ayahnya. Kemudian, cairan merah merembes dari jasad yang terbungkus itu.
Para pelayan lalu menampung cairan merah itu dengan sejumlah baskom. Orang-orang yang ada di sana memandang insiden tersebut dengan tatapan horor.
"Akhirnya, jasad raja dibawa keinggris. Dimakamkan dengan segala penghormatan ala kerajaan pada hari ulang tahunnya di Reading."
Agen Judi Terpercaya Penulis kronik lainnya, Henry of Huntingdon mendeskripsikan Raja Henry I sebagai sosok yang bijaksana, kerap memberikan nasihat yang mendalam, dikenal memiliki visi masa depan, sahabat yang luat biasa, memiliki kabajikan, juga dikenal kaya raya."
Sayangnya, ia tak bijaksana dan tidak sadar risiko saat melahap habis masakan berbahan ikan lamprey.
Raja yang Mati Kekenyangan
Tak hanya Henry I yang kehilangan nyawa gara-gara makan. Penguasa Monarki Swedia, Adolph Frederick mendapat julukan the king who ate himself to death atau berarti raja yang 'mati kekenyangan'.
Agen Judi Terpercaya Faktanya, memang itu kejadiannya. Hari itu 12 Februari 171, Adolph Frederick makan besar. Ia menyantap hidangan yang terdiri atas lobster, kaviar, sauerkraut alias kol asam -- irisan kubis yang difermentasi, dan ikan haring asap.
Sang raja makan dengan lahap sambil menenggak sampanye dari gelas.
Tak sampai disitu. Hidangan penutup lantas disajikan, berupa seml, rotu beraroma kapulaga yang diisi dengan pasta almond dan disajikan dalam semangkuk krim panas.
Adolf Frederick tak hanya makan satu atau dua mangkuk, ia melahap 14 porsi!
Agen Judi Terpercaya Akibatnya sungguh fatal. Sang raja tewas tak lama kemudian akbat masalah pencernaan -- versi lain menyebut ia terkena stroke. Adolf Frederick mangkat pada usia 60 tahun.
Raja yang lahir pada 14 Mei 1710 tersebut adalah putra pasangan Christian Augustus, Duke of Schleswig- Holstein-Gottorp dan Albertina Frederica of Baden-Durlach.
Selain meninggalnya Raja Inggris Henru I, sejumlah peristiwa bersejarah juga terjadi pada tanggal 1 Desember.
pada 1874, sebuah Boeing 727 yang digunakan oleh TWA penerbangan 514 mengalami kecelakaan di barat laut Bandara Internasional Dulles dan menewaskan 92 orang.
Sementara, pada 1 Desember 1956, Bung Hatta mengundurkan diri sebagai wakil presiden. Kursi Wapres RI kosong hingga tahun 1973.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar