E-Tilang Diberlakukan, CCTV Lebih Efektif dari Petugas Polisi? - Prediksi Bola Terpercaya | Prediksi Togel Terpercaya | Berita Bola Terhangat

News

Senin, 03 Desember 2018

E-Tilang Diberlakukan, CCTV Lebih Efektif dari Petugas Polisi?


Situs 234Betting - Era slip merah dan slip biru saat tilang di jalan raya bakal tamat. Setidaknya di DKI Jakarta. Polisi kini resmi memberlakukan aturan e-tilang atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di sepanjang Jalan Jendral Sudirman dan MH Thamrin. Lebih canggih dari yang manual.

Uji coba sudah dilakukan sejak Oktober lalu, tapi baru diberlakukan pada 1 November 2018. Sejauh ini lumayan efektif. Dalam 24 hari, sudah 2.624 kendaraan kena tilang. Bukan petugas yang meniup peluit, tapi rekaman CCTV yang jadi bukti. Dua kamera pengawas disiagakan di dua jalan protokol itu.

Sistem e-tilang juga tak panndang bulu. Tak peduli pelat hitam atau merah. Milik awam atau pejabat, tidak ada perkecualian.

"Yang pelat hitam ada 2.777 kendaraan, pelat kuning atau angkutan umum 639 kendaraan, mobil dinas TNI dan Polri 53 kendaraan, pelat merah 60 kendaraan, pelat luar DKI Jakarta 69 kendaraan, dan mobil kedutaan 16 kendaraan. Ini data saat uji coba dilakukan hingga akhir November,"  ucap Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf.

Saat dimintai pendapat, pengamat transportasi dari Universitas Indonesia, Ellen Tangkudung berpendapat, penerapan sistem e-tilang terbilang efektif mengurangi pelanggar lalu lintas, khususnya di kota-kota sibuk seperti jakarta.

Namun demikian, adanya perubahan  teknologi dari yang awal serba manual, menjadi online harus diiringi dengan kesadaran pengendara untuk bersikap tertib.

"Artinya, ini persoalan lalu lintas dan berbicara aturan. Maka itu, perlu kedisiplinan warga dan etika berlalu lintas yang ditekankan dan juga sosialisasi,"  kata Ellen.

Dosen perempuan itu menganggap bila angka pelanggaran lalu lintas meningkat drastis saat uji coba e-tilang dilakukan. Pasalnya, melalui teknologi CCTV, seluruh kendaraan dapat terdeteksi. Berbeda dengan sistem tilang manual yang sepenuhnya mengandalkan mata petugas di lapangan.

" E-tilang ini mampu men-capture tiap kendaraan yang lewat, jadi peluang menangkap kendaraan yang melanggar jauh lebih besar daripada menggunakantenaga petugas polisi yang tilang langsung di jalan,"  ucap pengamat dari Masyarakat Transportasi Indonesia itu.



Agen Judi Terpercaya Setidak ada tiga hal yang membuat tilang elektronik efektif. Pertama, tidak adanya interaksi langsung dengan petugas. Menurut Ellen, cara itu dinilai cukup ampuh mengurangi praktik kecurangan yang dilakukan oleh pelanggar, maupun petugas kepolisian di jalan..

"Tentu diharapkan tidak ada lagi dead-deal antara pelanggan dan polisi di jalan, Jadi enggak ada lagi istilah 'damai di tempat'," kata dia.

Selanjutnya, menurut Ellen, harus ada basic data yang akurat dari registrasi dan identifikasi kendaraan. Sehingga tidak terjadi kebingungan dari kedua pihak dalam penegakkan hukum.

"Nomor pelat mobil mesti diperhatikan, mobil harus akurat karena elektronik mengandalkan data," singkat dia

Agen Judi Terpercaya Sedangkan ketiga, sosialisasi masyarakat haruslah tepat sasaran, hal ini berdampak pada pengetahuan masyarakat jika terbukti melanggar. Selain itu menurut Ellen, pengawasan terhadap penerapan sistem tersebut juga harus diperketat.

"SOP jelas, masyarakat tahu efek melanggar, dan petugas tahu jika berlaku curang, maka pungli dapat dihindari," terang dia.

Ellen pun menekankan agar aturan E-TLE ini dibarengi dengan upaya Polri membenahi para polisi 'nakal' yang mash kerap bermain-main dengan atuan. "Harus ada dari bidang SDM yang menindak tegas polisi bandel," ucap dia.




Agen Judi Terpercaya Selain tiga hal itu, Ellen mengatakan kepolisian perlu memikirkan penerapan aturan bila kendaraan pelanggar, berbeda dengan data yang tercantum dalam surat kepemilikian kendaraan.

Menurut dia, hukum lalu lintas di Indonesia lebih menekankan pemberian sanksi kepada infividu perorangan, karena itu dia mempertanyakan bagaimana bila pelanggar dilakukan oleh individu yang menggunakan kendaraan bukan atas namanya.

"Yang ditangkap kamera CCTV dari sistem e-tilang ini kan mobil. Nah, pasti itu kan yang jadi pertanyaan itu kendaraan dikendarain oleh siapa? Bagaimana bila itu mobil sewaan? Jadi tugas polisi harus benar-benar memastikan sanksi yang diberlakukan tepat sasaran, dikenasi langsung kepada pelanggaran," ucap dia.

Agen Judi Terpercaya Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Bambang Prohartono mengaku mendukung penerapan sistem e-tilang ini. Menurutnya, aturan ini cukup efektif mengerem pelanggaran lalu lintas.

"Ini memberi kemudahan, memberi efektifitas dan juga membuat efek jera,"  kata dia.

Menurut Bambang, penerapan e-tilang tidak hanya memudahkan aparat kepolisian melainkan juga pengendara dan pemerintah daerah. Meski demikian, Bambang mengaku kurang sepakat bila e-tilang hanya difokuskan untuk mengurangi pelanggaran lalu lintas.

"Dengan e-tilang gampang dendanya kalau dengan manusia kan manual, tiba-tiba kena, kalau tidak terlihat tidak kena tilang,"  tambahnya.

Selain itu, kelebihan lain e-tilang, menurut Bambang, adalah membentuk basis data.

"Kita membangun database yang masih belum optimal. Dengan diterapkan maka secara langsung database kendaraan otomatis terbangun,"  kata dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar