140 Lebih Geoglif Kuno Berbentuk Makhluk Hidup Ditemukan di Pasir Peru - Prediksi Bola Terpercaya | Prediksi Togel Terpercaya | Berita Bola Terhangat

News

Sabtu, 23 November 2019

140 Lebih Geoglif Kuno Berbentuk Makhluk Hidup Ditemukan di Pasir Peru

Para ilmuwan dikejutkan dengan 140 pola kuno yang diukir diatas pasir oleh orang-orang masa lalu di bumi Peru. Mereka pun berharap bahwa dengan adanya pola tersebut, mereka dapat mengatahui bagaimana cara orang-orang zaman dulu hidup ribuan tahun yang lalu.

Para peneliti yang berasal dari Yamagata University, Jepang menemukan gambar-gambar kuno atau yang dikenal dengan sebutan geoglyph atau geoglif tersebut terukir di atas pasir.

Gambar-gambar tersebut pun diukir diatas pasir dataran pantai Peru,bentuknya juga menyerupai mahluk hidup atau benda-benda lainnya.


Proses Penemuan

Image result for geoglif kuno berbentuk makhluk hidup

Geoglif yang baru saja bergaung dengan koleksi gambar-gambar misterius yang ada di Peru tersebut dikenal dengan Gariz Nazca.

Daerah tersebut sebelumnya hanya dijadikan Warisan Situs Dunia UNESCO pada tahun 1994 silam. Pada saat itu, hanya tercatat ada 40 geoglif yang sudah berhasil diidentifikasikan.

Garis-garis yang tergores dipermukaan tanah antara 500 SM dan 500 SM merupakan satu diantara teka-teki arkeologi yang terbesar karena kuantitas, sifat, ukuran dan juga kontinuitasnya.

Para ilmuwan mengatakan bahwa bentuk-bentuk yang ada tersebut tercipta dengan cara menghilangkan batu-batu hitam tersebut yang telah menutupi tanah, memperlihatkan pasir putih.

Kemudian, penemuan tersebut pun dikategorikan ke dalam dua jenis utama berdasarkan pada bagaimana caranya mungkin mereka diproduksi.

Penjelasan Geoglif

Related image

Geologlif tipe A yang lebih besar tersebut dibuat dengan menghilangkan batu untuk membuat garis. Sedangkan yang tipe B yang lebih kecil tersebut dibuat dengan menghilangkan batu tersebut untuk mmebuat permukaan berwarna solid.

Pemimpin tim penelitian, Profesor Masato Sakai pun menjelaskan bahwa perihal tipe dari geoglyph yang ditemukan tersebut.

Tim dari Sakai menggunakan data dari lapangan dan juga menggunakan resolusi tinggi 3D untuk menemukan gambar baru yang diperkirakan berasal dari sekitar 100 SM hingga 300 Masehi.

Penemuan baru tersebut juga akan memberikan kita beberapa pertunjuk untuk memahamu pola distribusi geolpyh biomik secara rinci.  Dia juga mengatakan bahwa melindungi geoglif yang baru merupakan prioritas, karena geoglif sering dihancurkan di dekat daerah perkotaan.

Tim Sakai juga bekerja sama dengan IBM Jepang antara 2018 & 2019 untuk menemukan geografi pertama melalui kecerdasan buatan di lokasi ini.

Profesor Masato Sakai pun mengatakan jika kecerdasan buatan dapat memungkinkan para peneliti untuk mengidentifikasikan geoglif lebih jauh dan juga efisien,dari pada menggunakan metode lama yang secara manual melihat melalui foto udara dan membutuhkan waktu yang banyak,.

Terlepas dari itu semua, Profesor Masato Sakai serta peneliti lain yang ada di Yamagata University pun sudah mempelajari tentang garis-garis tersebut sejak 2004. Mereka bahkan berupaya untuk membawakan kesadaran pada keberadaan mereka untuk melestarikannya bagi generasi yang akan datang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar